SANGGAR MADUSEKAR PAMEKASAN

SANGGAR MADUSEKAR

Topeng Dhalang Madura adalah salah satu aspek budaya masyarakat yang ingin kita tampilkan dalam rangka pengembangan studi tentang Indonesia.

Topeng Dhalang Madura adalah salah satu jenis kesenian teater lakon tradisional. Sebagaimana namanya. sudah menyebutkan, Topeng Dhalang Madura termasuk dalam kelompok seni pedhalangan. Dan kita pun sudah mengetahui pula betapa tua sejarah kehidupan seni pedhalangan, yang telah sanggup dan mampu menerobos dinding jaman berabad-abad lamanya. Dalam pada itu. topeng, yang menjadi atribut utama dalam pertunjukan Topeng Dhalang Madura, pun mempunyai sejarah yang tua pula. Bahkan menurut hemat penyusun naskah ini, topeng jauh lebih tua adanya daripada kesenian pedhalangan itu sendiri.

Topeng Dhalang Madura itu sendiri sebenarnya merupakan salah satu varian dari sekian banyak varian kesenian lakon topeng yang tersebar di berbagai daerah, terutama di daratan Pulau Jawa. Istilah “topeng dhalang” itu tidak disebut-sebut untuk jenis pertunjukan kesenian lakon topeng di Madura. Yang disebutnya “topeng dhalang” ialah jenis pertunjukan yang sama, tetapi yang berada di Jawa Barat.

Pola dan struktur penampilan kedua jenis pertunjukan tersebut, yaitu Topeng Dhalang Madura dan Topeng Dhalang Jawa Barat, tidak menunjukkan perbedaan yang hakiki. Kalau ada perbedaan hanyalah yang menyangkut baliasa pengantar yang digunakan dan gaya karawitannya, suatu hal yang wajar saja karena perbedaan dua suku bangsa, Madura dan Sunda. Sedangkan Topeng Dhalang Madura kini berangsur-angsur mulai melangka.

Senibudaya tradisional Topeng Dalang merupakan kesenian asli Kabupaten Pamekasan, hasil karya Pangeran Suhra, dari Karaton Jambringin, Kecamatan Proppo, pada abad ke 16, namun kesenian ini berkembang di Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Situbondo, hal mana di Kabupaten Pamekasan sekitar tahun 1960 kesenian Topeng Dalang ini tidak pernah dipentaskan,

karena tidak adanya generasi penerus/pengkaderan, sedangkan di Kabupaten Sumenep pada tahun 1926,seorang tokoh seniman bernama Sabidin belajar senibudaya Topeng Dalang kepada tokoh seniman Pamekasan bernama Pangeran Nimprang, sehingga di Kabupaten Sumenep disebut Topeng Dalang Sabidin, selanjutnya di Kabupaten Situbondo, seorang tokoh seniman bernama Kerteh belajar senibudaya Topeng Dalang kepada tokoh seniman Sabidin, dan di Kabupaten Situbondo disebut Topeng Dalang Kerteh, hal ini pad tahun 1976 talah di dokumentasikan dan tersimpan di Musium Pewayangan Taman Ismail Marsuki Jakata.

Sebagai upaya melestarikan seni tradisional Topeng Dalang ini, maka Sanggar Madusekar Pamekasan bertekad meneruskan dan mengembangkan senibudaya ini dengan mendidik anak-anak muda berbakat di kabupaten Pamekasan agar dapat menjadi penerus dan kader senibudaya Topeng Dalang. Sanggar Madusekar aktif mengadakan kegiatan rutin latihan seni karawitan dan seni tari topeng dalang 3 kali dalam seminggu sejak 2016 sampai sekarang. Berbagai even telah diikuti dan dimeriahkan oleh Sanggar Madusekar Pamekasan diantaranya;

  1. Wilujengan Abiseka Karaton Amartha Bumi, Semarang, Jawa Tengah tahun 2017,
  2. Festival Dalang Remaja Nasional di Kab. Ngawi Jawa Timur tahun 2017,
  3. Pagelaran Seni Budaya Daerah Jawa Timur di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tahun 2017,
  4. Pentas Tari Topeng Dalang di Vihara Avalokitesvara, Candi Bodhi Dharma, Galis Pamekasan tahun 2018,
  5. Pentas Seni Tari Bedayan “Taleh Taresnah” di Candi Gedong Songo Kendal Jawa Tengah tahun 2018,
  6. Pentas Seni Tari Topeng Dalang “Pangeran Rama Jayapati” di Karaton Amartha Bumi Semarang Jawa Tengah tahun 2019,
  7. Pentas Seni Tari Topeng Dalang “Dewa Ruci” di Candi Gedong Songo Kendal Jawa Tengah tahun 2019,
  8. Pagelaran Musik Karawitan Virtual “Sluku-Sluku Pethok” bekerjasama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya DI Yogyakarta tahun 2020,
  9. Pentas musik dan tari ke berbagai daerah pada saat acara walimah dan kegiatan lainnya secara rutin dan kondisional.

Saat ini Sanggar Madusekar Pamekasan dibina Bapak Suparman Rumanto yang sebelumnya diketuai Ibu Nur Megawati yang wafat pada bulan Juli 2021. Sanggar Madusekar Pamekasan terus berbenah untuk kemajuan dan kelestarian budaya tradisional Madura. Mohon doa dan dukungan dengan bersinergi menumbuhkan kecintaan generasi penerus bangsa pada kebudayaan dan kepariwisataan, khususnya senibudaya tradisional.

Salam Budaya.

Susunan Redaksi

DEWAN REDAKSI
Dr. Sal Murgiyanto
Yusuf Susilo Hartono
Jefriandi Usman
Atien Kisam
Achmad Basalamah

PIMPINAN REDAKSI
Agustina Rochyanti

REDAKTUR
Heru Joni Putra

PENINJAU
Dr.Nurwahidah, S.Pd, M.Hum
Dr.Madia Patra Ismar, S.Sn, M.Hum
Fawarti Gendra Nata Utami S.Sn., M.Sn.

KREATIF
Muh Ichsan

KONTRIBUTOR
Esha Tegar Putra
Dr. Drs, Peni Puspito, M.Hum
Yogi Hadiansyah, S.Pd, M.Pd
Lalu Dedi Purnawan, S.Pd
Edgar Freire
Manchu A. Syamrada
Suryana, S.Sn
Andi Tenri Lebbi, S.E
Peteriana Kobat
Nona Palalangan, S.Pd, M.Sn
Maharani Arnisanuari, S.Sn
Rini Widiastuti, S.Sn, M.Hum

Susunan Redaksi

DEWAN REDAKSI
Dr. Sal Murgiyanto
Yusuf Susilo Hartono
Jefriandi Usman
Atien Kisam
Achmad Basalamah

PIMPINAN REDAKSI
Agustina Rochyanti

REDAKTUR
Heru Joni Putra

PENINJAU
Dr.Nurwahidah, S.Pd, M.Hum
Dr.Madia Patra Ismar, S.Sn, M.Hum
Fawarti Gendra Nata Utami S.Sn., M.Sn.

KREATIF
Muh Ichsan

KONTRIBUTOR
Esha Tegar Putra
Dr. Drs, Peni Puspito, M.Hum
Yogi Hadiansyah, S.Pd, M.Pd
Lalu Dedi Purnawan, S.Pd
Edgar Freire
Manchu A. Syamrada
Suryana, S.Sn
Andi Tenri Lebbi, S.E
Peteriana Kobat
Nona Palalangan, S.Pd, M.Sn
Maharani Arnisanuari, S.Sn
Rini Widiastuti, S.Sn, M.Hum

ASETI