Sekilas Aseti

ASETI merupakan wadah serikat para seniman tari untuk penguatan legal standing profesi melalui organisasi. Yang akan menghimpun pemikiran pemikiran strategis yang berkaitan dengan kebijakan, strategi, dan program aksi, dalam dunia tari menuju seniman dan pelaku seni Indonesia yang kompeten dan berdaya saing global. ASETI adalah organisasi legal yang menyelenggarakan musyawarah nasional yang pertama, yang dilaksanakan pada tanggal 5-7 Desember 2018 di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Dengan utusan dari berbagai daerah.Musyawarah besar ini melahirkan kesepakatan bersatunya seniman tari.

Dengan dorongan beberapa seniman tari daerah diantaranya Bambang Mara Sampono (Sumatra Barat), Sherly Fatmarita (Banten), Nona Hesti Palalangan (Sulawesi Selatan), sampai saat ini ASETI telah mempunyai duapuluh tiga perwakilan daerah. ASETI adalah satu organisasi profesi yang diharapkan mampu memajukan dan memperjuangkan hak-hak anggotanya dalam berkesenian. Salah satu misi yang akan dijalankan adalah mendorong kebijakan yang akan berpihak kepada seniman tari yang akan berpengaruh terhadap kesejahteraan seniman tari Indonesia. ASETI menggoreskan sejarah jawaban atas pertanyaan siapa bilang seniman tari tidak bisa berserikat.

Penjabaran simbolisme dari logo ASETI

  1. Bentuk dari figur impresi  manusia : merupakan ungkapan dari gerak tubuh yang menjadi media komunikasi dalam tari.
  2. Lima garis warna-warni : Impresi sayap sebagai pengikat hubungan antar komunitas dalam kesatuan untuk menuju tujuan bersama
  3.  Simbol warna Merah : menjadi arti keberanian ,kekuatan,energi ,gairah dan semangat memajukan diri dalam kebersamaan.
  4. Warna Hijau : sebagai idiom kesuburan,kedamaian dan keseimbangan dalam payung Asosiasi ini.
  5. Warna Biru : kesadaran membangun untuk menjaga kecerdasan ,stabil dalam menghadapi tantangan dan penuh rasa percaya diri
  6. Warna Kuning : optimis dalam memajukan roda organisasi untuk kemajuan bersama.
  7. Warna Hitam : melambangkan keanggunan (elegance), kemakmuran (wealth) dan kecanggihan (sopiscated),

Diskusi & Peluncuran ASETI

Tema “ TARI INDONESIA MENYONGSONG DUNIA”

Sabtu, 27 Januari 2018

Tempat : Galery Cipta 2 TIM Cikini Raya 73 Jakarta Pusat

ASETI mulai diperkenalkan ke public melalui acara peluncurannya. Kegiatan diisi dengan sejumlah diskusi panjang dengan beberapa pembicara yang diundang. Peluncuran ASETI dihadiri oleh Direktur Kesenian bapak Restu Gunawan, yang pada pidato pembukaannya menyampaikan selamat atas berdirinya organisasi profesi pertama seniman tari di Indonesia. Peluncuran ini dihadiri oleh KEMENDIKBUD, asosiasi profesi bidang lain, wartawan, tokoh kompetensi, kementrian KUMHAM serta para seniman.


Dukungan atas berdirinya ASETI, datang dari berbagai asosiasi/organisasi

  1. LESBUMI/ Lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia
  2. INIIKJ – Ikatan Alumni IKJ (Institut Kesenian Jakarta)
  3. APFI – Asosiasi Photografi Indonesia
  4. LKB – Lembaga Kebudayaan Betawi
  5. ASTRABI – Asosiasi Silat Tradisi Betawi Indonesia
  6. SUARA PRO – Asosiasi Pelaku Suara Profesional Indonesia (Asosiasi Dubber)
  7. Perhumas – Persatuan Perhubungan Masyarakat Indonesia (HUMAS Indonesia)
  8. ASIREVI – Asosiasi Industri Rekaman Video Indonesia
  9. ASTIRI – Asosiasi TV Streaming Indonesia
  10. School TV – SMV Satelit
  11. AFTLI – Afiliasi TV Lokal Indonesia
  12. IINC – Indonesia Institut National Competency
  13. MASKOM – Masyarakat Kompetensi Indonesia
  14. PAFINDO – Perkumpulan Artis Film Indonesia
  15. Pena Pro – Persatuan Penulis Profesional Indonesia
  16. Patriot Film Indonesia
  17. INDEFF – Media Foundation
  18. KCMA – Karya Cipta Muda Arcadia
  19. Dewan Kesenian Jakarta
  20. P2I – Penggiat Perfilman Indonesia
  21. PPP – Penggiat Pariwisata Indonesia
  22. Puspo Budoyo
  23. GASA Gabungan Artis Seni Aksi
  24. Komnas PERFITI – Komisi Nasional Pemerhati Film dan TV
  25. PPSSI – Persatuan Penulis Skenario Sutradara Indonesia
  26. Karyawan Film dan Televisi Indonesia
  27. PARFI – Persatuan Artis Film Indonesia
  28. TV LINK Streaming Indonesia

 

Pembicara Pada Acara Peluncuran dan Diskusi :

  1. Asosiasi Seniman Tari Indonesia : Jefriandi Usman, Anti Yank : Visi Misi ASETI
  2. Seniman Tari: Abdurahman Rachem (Keunggulan Budaya/Tari atas Kebudayaan Nasional)
  3. Masyarakat Kompetensi/IINC Indonesian Institut for National Competency : Luluk Sumiarso (Keuntungan Organisasi/Asosiasi)
  4. HAKI : Kris Santyo – Hak atas kekayaan intelektual seniman tari
  5. Wartawan Senior Budaya : Yusuf Susilo Hartono (Dampak budaya terhadap peri kehidupan bangsa)
  6. Konsultan TVET International : Dasril Rangkuti (Kompetensi Profesi)
  7. Perwakilan Daerah ASaTI (Padang-Sumatra Barat): Bambang Mara Sampono – Koreografer (Perkembangan tari di daerah)
  8. Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta : Asiantoro (Pemberdayaan Seniman Tari sebagai aset nasional)
  9. Dewan Kesenian Jakarta
  10. P2I – Penggiat Perfilman Indonesia
  11. PPP – Penggiat Pariwisata Indonesia
  12. Asosiasi Seniman Tari Indonesia : Jefriandi Usman, Anti Yank : Visi Misi ASETI
  13. Seniman Tari: Abdurahman Rachem (Keunggulan Budaya/Tari atas Kebudayaan Nasional)
  14. Masyarakat Kompetensi/IINC Indonesian Institut for National Competency : Luluk Sumiarso (Keuntungan Organisasi/Asosiasi)
  15. HAKI : Kris Santyo – Hak atas kekayaan intelektual seniman tari
  16. Wartawan Senior Budaya : Yusuf Susilo Hartono (Dampak budaya terhadap peri kehidupan bangsa)
  17. Konsultan TVET International : Dasril Rangkuti (Kompetensi Profesi)
  18. Perwakilan Daerah ASaTI (Padang-Sumatra Barat): Bambang Mara Sampono – Koreografer (Perkembangan tari di daerah)
  19. Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta : Asiantoro (Pemberdayaan Seniman Tari sebagai aset nasional)
  20. Dewan Kesenian Jakarta

 

 

ASETI