REFOCUSING PAKARENA

Tari Pakarena adalah karya seni tradisi masyarakat Makassar yang menjadi ruang hidup diatara mitos dan realita. Pakarena menjadi gambaran kekuatan nilai, perjalanan waktu, sifat dan jati diri, jiwa yang melekat terekspresi dalam ketekunan, kesabaran, keterampilan, persahabatan, keterampilan, sekaligus gejolak dan ketenangan .

Kali ini memang bukanlah pertemuan pertama kali kedua artis seniman tersebut. Mereka telah berkenalan lama dalam karya, karsa di berbagai momentum. Bertahun-tahun keduanya menapaki proses kreativ dan saling mengenali kompetensi masing-masing di jalan yang berbeda namun tetap di jalur kesenian dan kebudayaan. Namun kini mereka sepakat untuk berkolaborasi dalam satu paket penciptaan.

Simpulannya adalah; project ini menghimpun segenap pengalaman, pengetahuan dan keterampilan selama bertahun-tahun masing-masing artis dari berbagai bidang seni kemudian dalam kesempatan ini mengolah karya untuk dapat menghadirkan tampilan karya eksotika tari Pakarena melalui hasil pemotretan dan pertunjukan tari dengan konsep artistik “baru”.

Dalam penampilan Refocusing Pakarena In Choreography Collaboration dapat disaksikan tarian sekira 17 menit varian baru yang mengadopsi teknik dan sukma tari Pakarena yang disajikan dalam tatanan diluar kelaziman oleh seniman tari Dr Nurlina Syahrir.,M.Hum.- Seorang ilmuwan, peneliti dan pengajar di Universitas Negeri Makassar yang memiliki pengetahuan, pengalaman dan menguasai keterampilan menari utamanya tari Pakarena hasil puluhan tahun mengelaborasi Tari Pakarena. Setidak sejak masa bersekolah di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia ( SMKI ) Makassar hingga jenjang S3 di ISI ( Institut Seni Indonesia ) Yogyakarta perhatiannya tak pernah lekang dari Pakarena. Lalu bertemu dengan kolaboratornya seniman fotografi berpengalaman Goenawan Monoharto juga berkreasi diluar mainstream. Gunawan yang aktor, sutradara teater, penyair juga perupa, tidak lagi hanya bertumpu pada keterampilan teknis fotography tetapi dengan penuh pertimbangan bergeser untuk memasuki wilayah yang disebutnya ‘automatik rasa yang bergerak motorik’ guna menangkap gambar-gambar eksotisme tari Pakarena diantara minim pencahayaan pada beberapa spot yang memiliki narasi menarik seperti Pangkalan Ikan Beba-Takalar, Taman Wisata Pantai-Akkarena, Benteng Somba Opu, Makassar hingga hutan batu karts Rammang-rammang, Maros. Sejumlah hasil jepretannya diseleksi dengan cermat lalu di cetak dalam hitam putih. Wujud pertemuan karya kolaborasi kedua artis seni itu menghadirkan Sang penari yang akan menari melintasi arena diantara display belasan pajangan karya foto, sambil berharap mampu menyajikan kejutan realitas estetika temporal yang unik dan menarik dalam permainan tata cahaya.

Apakah ini benar akan menghadirkan refocusing terhadap kehadiran Pakarena dalam jagad estetika baru? Entahlah, setidaknya telah hadir catatan dan dokumentasi perkembangan dialektika bertema Pakarena.

Tamamaung. Medio Juli 2021
Yudhistira Sukatanya

 

Pustaka

  1. Latief. Halilintar, 2004, Cermin Perubahan Budaya Orang Makassar Dalam Pakarena. Padat Daya ( Pusat Data Budaya ) Makassar, Sulawesi Selatan.
  2. Nurwahidah, 2004 Hj, Andi Siti Nurhani Sapada; Dari Sangkar Saoraja menuju Pentas Dunia, Bio Pustaka, Yogyakarta.
  3. Sapada Andi Nurhani, 1999 Nuansa Pelangi Edisi II, Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, Jakarta.
  4. Syahrir, Nurlina, 2014, Pakarena Sere Jaga Nigandang: Merajut Mitos Perempuan Makassar, Bagaskara, Sleman, Yogyakarta.
  5. Sumiani, Ninik HL, 2004. Pakarena Dalam Pesta Jaga; Padat Daya Cetakan I, Makassar.
  6. Wiwik P. Yusuf, 1992, Upacara Tradisional Daerah Sulawesi Selatan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Sulawesi Selatan.
 

Aseti Magz Edisi April 22

SATU DASA WARSA FESTIVAL TO BERRU

Perdagangan rempah sejak masa lampau terbukti telah menggerakkan sejarah dan kebudayaan. Keberadaannya tidak hanya sebagai komoditi dagang, tetapi juga membangun

Baca »
Aseti Magz Edisi April 22

TARI LULO ANAWAI

Saat ini tarian Lulo biasa ditampilkan untuk memeriahkan acara pernikahan, kenduri, ulang tahun dan acara acara kebahagiaan lainnya untuk menghibur

Baca »
No more to show